Tempat Tinggal

Memilih Tinggal di Apartemen

Sebelum tinggal di apartemen, aku sebelumnya tinggal di sebuah kosan 1 kamar yang terletak dekat dengan kampus aku kuliah. Bahkan hingga aku bekerja, aku masih tetap tinggal di kostan tersebut sampai akhirnya aku pindah ke apartemen.

Saat ini kira – kira sudah hampir 5 tahun aku tinggal di apartemen. Mulai dari melajang, menikah dan sekarang aku punya anak aku masih tetap tinggal di apartemen. Mungkin sampai beberapa tahun kedepan masih akan tetap tinggal disini.

Rasanya dengan pengalaman aku yang udah beberapa tahun tinggal di apartemen, bisa menggambarkan bagaimana rasanya hidup di apartemen. Sehingga, buat yang sedang mencari gambaran tinggal di apartemen artikel ini bisa membantu.

Alasan Memilih Tinggal di Apartemen

  1. Butuh Tempat yang Lebih Luas

Alasan aku pindah dari kosan ke apartemen yaitu aku membutuhkan ruangan yang jauh lebih besar dari pada tinggal di kostan. Karena pada saat itu, keluarga aku bisa dibilang lumayan sering datang ke Jakarta dan menginap di kosan aku. Sehingga, aku mulai mencari – cari opsi pilihan tempat tinggal hingga akhirnya aku memilih tinggal di apartemen.

  1. Lokasi Strategis dengan Akses Transportasi Umum Mudah

Dari hasil pencarian, pilihan tempat tinggal yang dekat dan mudah di akses dengan kendaraan umum adalah apartemen. Contohnya Apartemen Kalibata City yang dekat dengan Stasiun Kalibata dan dilalui Transjakarta Non BRT yang bisa diakses dengan berjalan kaki.

  1. Lebih Aman

Tinggal di apartemen untuk wanita yang tinggal sendiri menurutku lebih aman dibandingkan tinggal di rumah kontrakan atau kostan. Keamanan terjaga dengan adanya security yang berjaga 24 jam. 

  1. Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Bagus

Mendapatkan tempat tinggal dengan sirkulasi udara dan pencahayaan yang bagus di Jakarta dengan harga yang ramah dikantong sangat sulit. Pilihan yang paling optimal dengan harga yang masih masuk akal bagi aku adalah apartemen.

Rasanya Tinggal di Apartemen

Selama 5 tahun tinggal di apartemen aku tidak menyesali keputusan aku untuk memilih tinggal di apartemen. Meski jarak dari tempat kerja lebih jauh dibanding dari kostan dulu, tapi akses transportasi jauh lebih mudah di apartemen ini.

Mencari kebutuhan hidup tidak sulit di apartemen. Pada area kios ada minimarket dan banyak penjual makanan sehingga untuk yang malas masak banyak pilihan makanan yang bisa di pilih. Laundry, gas dan galon juga banyak pilihan dan bisa diantar ke unit dan untuk gas bisa ditolongin untuk pemasangan ke selang regulatornya. Toko sayur, buah, salon dan tempat pijat juga tersedia.

Hal yang paling aku sukai tinggal di apartemen adalah untuk perbaikan unit ada team engineering bila terjadi masalah. Sewaktu unit aku mengalami rembes dari unit diatas aku, aku hanya menghubungi team engineering untuk minta tolong perbaikan, dan itu gak perlu waktu lama.

Untuk yang tidak suka bersosialisasi atau kumpul – kumpul tetangga, tinggal di apartemen merupakan pilihan yang cocok. Tegur sapa dilakukan pada saat berpapasan atau lagi bertemu di ruang publik. 

Tinggal di apartemen menurutku cocok untuk yang belum berkeluarga atau keluarga baru karena ukuran ruangan yang terbatas. Selain itu, lahan parkir yang tersedia juga terbatas sehingga kadang sulit untuk dapat parkir apalagi untuk mobil. Dua hal tersebut adalah kekurangan tinggal di apartemen yang aku rasakan.

Tinggal di apartemen ada biaya – biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh penghuni atau pemilik unit, yang bagi sebagian orang merupakan kekurangan dari tinggal di apartemen. Aku akan membahas Biaya – Biaya Tinggal di Apartemen pada postingan berikutnya agar bisa menjelaskan dengan lebih rinci.

Kesimpulan Tinggal di Apartemen

Tinggal di apartemen saat ini pilihan terbaik untuk keluargaku. Kami saat ini masih keluarga kecil dengan satu anak. Lokasi yang strategis dan kemudahan dalam akses transportasi menjadi alasan utama aku memilih untuk tinggal di apartemen. 

Bagaimana dengan kalian? Apakah tertarik untuk tinggal di apartemen? Boleh share di kolom komentar yaa pendapat kalian mengenai tinggal di apartemen.

22 pemikiran pada “Memilih Tinggal di Apartemen”

  1. Aku belum pernah sih tinggal di apartemen. Tapi, baca ini aku jadi membayangkan serunya tinggal di apartemen. Dalam hal ada kerusakan saja langsung bisa hubungi engineering ya jadi nggak perlu repot cari orang yang bisa betulkan seperti tinggal di kosan. Waktu aku ngekos, kalau ada kerusakan hubungi pemilik kosan, tapi malah kaya diabaikan gitu kalau ada kerusakan jadi males banget mau lapornya.
    Cocok banget nih buat aku yang gak mau sosialisasi, hihi. Yang penting senyum aja kalau papasan sama sebelah unit ya, hehe.

    Balas
  2. Klo aku sendiri sebelum dikontainer tinggal di apartman karena ada gempa di turki dan apartman rubuh, jadi tinggal di kontainer, tapi alhamdulillah sebentar lagi tinggal di apartman lagi. Sebenarnya masih trauma karena gempa, apalagi dapat yang lantai 12. Untuk harga apartman yang aq tinggali nanti sepertinya masih worth it sich, bahkan kondisi ruangan yang memang luas. Tapi klo suruh milih saya milih tinggal dirumah model biasa aja. Yang ada kebunnya dari pada apartman.

    Balas
  3. DUlu sempat punya keinginan untuk tinggal di apartemen, jauh sebelum berkeluarga. Namun kemudian seiring perjalann waktu akhirnya berdirilah rumah di tempat kelahiran saya. Dan tinggallah di sini selamanya.

    Tinggal di apartemen sepertinya memang mewah dan menjadi prestis tersendiri. Semua back to choice ya

    Balas
  4. Seumur-umur belum pernah tinggal di apartemen kak tapi kayaknya seru ya. Dapat pemandangan yg beda juga kalau unitnya di lantai atas. Keunggulan apartemen emang banyak, di antara lebih dekat pusat kota dan fasilitas lengkap.

    Balas
  5. Banyak pilihan tinggal di apartemen atau rumah tapak. Aku sendiri belum pernah tinggal di apartemen, tapi punya apartemen yg aku sewakan aja. Harus disewakan sih mau ga mau. Kalau engga rugi, harus bayar IPL tiap bulan, kan…
    Enaknya tinggal di apartemen memang udah lengkap sih, segala ada. Kalau di pusat kota, lebih enak lagi yg dekat rumah sakit/fasilitas kesehatan. Jadi kalau ada apa-apa gampang…

    Balas
  6. Kayaknya seru dan lebih praktis ya kak tinggal di apartemen, akses pun dekat kemana² ya. Daku belum pernah mencobanya sih.

    Balas
  7. Anak saya sudah bercita-cita mau tinggal di apartemen nanti kalau sudah dapat penghasilan 😀 . Untuk orang introvert, tinggal di apartemen memang jadi pilihan yang tepat. Semoga saja nanti cita-citanya tercapai.

    Balas
  8. Pernah beberapa kali menginap di apartemen, rasanya jadi pengen punya unit apartemen. Tapiiiii masalahnya sering nggak nyaman lihat lorong-lorong di dalam apartemen, apalagi kalau malam hari.

    Balas
  9. Aku ingin tinggal di apartemen lho. Mungkin nanti saat adikku sudah lulus SMAnya, aku akan mencoba buat tinggal di apartemen.

    Tinggal di apartemen tuh kita nggak harus beli unitnya ‘kan ya? Atau harus beli dulu?

    Balas
  10. rerata alasan pindah ke apartemen memang karena akses yang jauh lebih mudah ya mba, juga keamanan nih paling penting banget..apalagi kalo sendirian atau sering ditinggal pasangan, worth it banget pilih apartemen yang jauh lebih aman

    Balas
  11. Duh, penasaran sama biaya tinggal di apartemen plus biaya lain-lainnya deh, hehe.. Tapi kalo di Bali, mana ada apartemen, adanya kosan rasa apartemen, wkwk..

    Balas
  12. Memang tergantung pertimbangan ya mau nyama tinggal dimana. Kalau di apartemen menurutku seperti lebih praktis sih meskipun harganya cenderung lebih mahal

    Balas
  13. Menarik nih, kalau tinggal di apartmen biasanya memang diperuntukkan bagi warga kota. masing-masing memang punya persepsi ya kak soal tinggal di apartmen. Keunggulannya memang soal akses.

    Balas
  14. Kalau keluarga kecil kayaknya memang lebih enak di apartemen, apalagi kalau letaknya strategis dan fasilitasnya lengkap. Jika ada kerusakan, tinggal hubungi tim engineeringnya aja, udah sat set langsung dihandle secepatnya ya.

    Balas
  15. Apartemen bisa menjadi pilihan terbaik untuk keluarga ya saat ini. Sebagai keluarga kecil dengan satu anak, hunian yang strategis dan mudah diakses sangat penting. Kemudahan akses ini menjadi pertimbangan utama dalam memilih apartemen.

    Balas
  16. Bagi org introvert emg cocok bgt sih tinggal di apartemen. Kita ga prlu repot ngurusin tetangga yg super julid/super rese. Jd ya nikmat bgt hidup di kesendirian/bareng keluarga yg satu studio.

    Aku dulu jg mau ambil unit tp kyknya aku bakalan ga betah deh. Msh pengen ngobrol dgn org meski orgnya rese. Biar jd bumbu2 kehidupan tuh. Wkwk

    Balas
  17. Saya pernah ngebayangin tinggal di apartemen. Selain aman, pastinya juga tenang kayaknya ya. Sesama tetangga gak saling ganggu. Dan setidaknya gak ada aksi penutupan jalan karena ada kondanga . Atau denger suara sound yang menggema dari acara nikahan.

    Balas
  18. Sebenarnya tempat tinggal itu benar-benar harus menyesuaikan kebutuhan sih. Menurutku, nggak ada salahnya milih tinggal di apartement maupun rumah asalkan sesuai dengan kebutuhan saja

    Balas
  19. Senang sekali membaca postingannya, sehingga menjadi berimbang antara informasi yang aku punya ketika akan memilih tinggal di apartemen atau di perumahan. Semua pasti kurang lebih yaa.. Dan kemudahan dengan fasilitas lengkap tinggal di apartemen ini pasti yang menjadi salah satu pertimabangan terbaik.
    Aku beneran jadi sepenasaran itu sama iuran selama tinggal di apart.

    Balas
  20. Emang praktis sih tinggal di apt. Dulu jaman awal kerja di ibukota, aku pilih tinggal di apt. Gak ribet sama urusan tetangga hehe.. kalo ngekos biasa atau sewa rumah gt, harus bgt denger keluhan/julidan tetangga hehe.. kalo di apt, berasa bgt mandirinya, hidup urusan sendiri maksudnya wkwk.. tp lbh nyaman sih kalo aku 🙂

    Balas
  21. Kalau tinggal di kota besar, tinggal di apartemen bisa menjadi pilihan yang baik ya
    Aksesibilitas lebih sesuai dengan mobilitas perkotaan

    Balas
  22. jujurly aku prefer tinggal di rumah baik kost ataupun kontrak, karena kok rasanya ga nyaman aja tinggal di apartemen, mau ke unit kadang antri lift juga lama, ruangan juga kurang besar sih

    Balas

Tinggalkan komentar